- BATAS- (Bagaimana untuk aku mampu menembusnya) Untuk kali pertama, aku benar-benar merasa…ingin menyerah. Banyak tempat pulang disana. Memeluk, menenangkan, melegakan. Terkadang menyalurkan energi, hingga lelah itu sendiri. Sampai kapan mereka mampu kokoh menaungi? Sampai kapan mereka teguh melindungi? Akankah harapan itu memiliki ruang? Bersama tenaga, usia, dan waktunya yang ikut berkurang. Bagaimana tempat pulang menanggapi badai di luar? Bagaimana sebuah tempat pulang menjelaskan rusaknya jalan? Sedangkan ia hanya mampu melihat, mendengar tanpa merasakan. Bagaimana, aku menjelaskannya? Pada akhirnya, apa yang aku punya hanya setumpukan tanya. Lagi. Jelaskan bagaimana bisa setiap tujuan memiliki batasan dan patokan? Bagaimana bisa semesta menciptakan garis tujunya sendiri? Bukankah menjadi bahagia jauh lebih penting dari tujuan itu sendiri? Banyak yang memberikan doa dan harapannya dengan kalimat yang begitu merdu dan manis, namun tidak ada satupun yang mampu membuat gar...